Informasi Seputar Printer, Tips dan Trik, Tutorial, dan Artikel Bermanfaat

Obat Yang Dilarang dan Dianjurkan Bagi Wanita Hamil

Wanita hamil perlu ekstra memperhatikan kondisi kesehatan, sebab akan mempengaruhi kesehatan janin. Penggunaan obat yang tidak sesuai banyak menimbulkan tragedi yang merenggut kesempurnaan tubuh bayi. Masalah penggunaan obat tak jarang menimbulkan rasa khawatir bagi wanita hamil yang ingin minum obat untuk mengatasi keluhan mengenai kesehatannya. Rasa khawatir ini timbul karena pemikiran tentang bahaya penggunaan obat tersebut terhadap keselamatan janin yang dikandung.

Kerisauan ini tidak berlebihan karena kecerobohan dan kekurang hati-hatian ibu memilih dan minum obat ketika hamil bisa mengakibatkan anak lahir cacat. Kecacatan pada bayi akibat efek samping obat yang dipergunakan ibu hamil, bervariasi. Cacat ringan atau berat tidak mudah menentukannya. Ada yang masih bisa diperbaiki, ada juga yang cacat selamanya. Tangan atau kaki yang tidak sempurna, otak, jantung, atau organ lainnya yang terhambat pertumbuhannya yang merupakan kecacatan yang sulit direhabilitasi.

Obat Yang Dilarang dan Dianjurkan Bagi Wanita Hamil
Sumber Gambar : health.detik.com

Wanita hamil sebaiknya tidak melakukan pengobatan sendiri. Bila hendak minum obat ringan sekalipun, mintalah nasihat dokter, terutama pada trimester pertama atau tiga bulan pertama masa kehamilan. Penggunaan obat harus benar-benar terkontrol dan terjaga keamanannya.
Cukup banyak obat-obatan yang memberi pengaruh tidak baik pada wanita hamil, terutama pada janin yang dikandung. Obat yang harus diperhatikan sehi keamanannya, antara lain : obat antidepresan, antihistamin, antinausea, antibiotik dan hormon-hormon. Meski memang tidak semua obat tersebut membahayakan kehamilan, tapi dikhawatirkan sebagian besar dapat menembus plasenta dan masuk keperedaran darah janin yang tidak mustahil akan membahayakan keselamatan janin. Oleh sebab itu, perlu hati-hati memilih obat, jangan sekali-kali minum obat yang belum tahu pasti keamanannya.

Obat flu dan obat batuk sekalipun yang banyak dijual bebas, tidak dinyatakan tegas dalam kemasannya bahwa aman atau tidak kontraindikasi bagi wanita hamil atau janin. Karena itu, mengobati penyakit ringan seperti flu juga tidak bisa sembarangan. Penggunaan antibiotik pada wanita hamil juga cukup mengkhawatirkan. Cukup banyak antibiotik yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan janin dalam kandungan. Antibiotik yang cukup aman dipergunakan oleh wanita hamil adalah eritromisin dan golongan penisilin, seperti ampisilin. Sedang yang tidak boleh digunakan atau kontraindikasi baik bagi wanita hamil maupun janin, terutama pada trimester pertama kehamilan, yaitu trimetoprim dan asam nalidiksat.

Selain itu juga, perlu berhati-hati menggunakan obat kloramfenikol, tetrasiklin, streptomisin, neomisin, kanamisin, gentamisin, polimiksin, dan nitrofurantoin. 
Sedangkan pada kehamilan trimester kedua atau umur kandungan 4-6 bulan, yang tidak boleh dipergunakan adalah tetrasiklin, streptomisin, neomisin, kanamisin, gentamisin, polimiksin dan trimetroprim. Sementara obat yang harus hati-hati digunakan pada kehamilan trimester kedua adalah kloramfenikol.
Pada trimester ketiga atau umur kehamilan 7-9 bulan, lebih banyak lagi antibiotik yang tidak boleh dipergunakan, antara lain meliputi : streptomisin, neomisin, kanamisin, dan gentamisin yang dapat mengganggu pendengaran, kloramfenikol yang dapat menyebabkan pecahnya sel darah merah (agranulositosis) dan grey syndroms. Tetrasiklin dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan gigi, sehingga menjadi kuning dan rapuh, asam nalidiksat dapat menyebabkan hemolisis, trimetroprim menyebabkan sitostatik, dan obat-obat sulfa dapat menyebabkan penyakit kuning (ikterus) dan anemia.

Sekalipun antibiotik yang telah disebutkan di atas terbagi atas obat yang dilarang dan harus hati-hati, tapi karena selalu berhubungan pada setiap trimester kehamilan, maka akan lebih baik dan aman bila obat tersebut dihindarkan selama menanti kelahiran.

Rasa mual pada awal kehamilan merupakan hal yang wajar-wajar saja, bahkan tidak jarang berlanjut hingga ke bulan-bulan berikutnya. Karena itu, obat antimual merupakan salah satu obat yang banyak digunakan pada awal masa kehamilan. Obat semacam ini yang jelas dinyatakan kontraindikasi bagi wanita hamil adalah obat-obatan yang mengandung bahan aktif metoklopramida, seperti primperan dan plasil. Meskipun demikian, wanita hamil tetap perlu waspada memakain antibiotik. Tidak boleh lepas dari pengawasan dan nasihat dokter.
Wanita yang sehat pun harus hati-hati menggunakan obat, apalagi mereka yang menderita suatu penyakit seperti diabetes, hipertensi, hipotensi, liver dan ginjal. Kondisi patologis demikian mempunyai kecenderungan lebih besar untuk menimbulkan kelainan pada bayi yang akan dilahirkan.
Banyak obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tersebut yang kontraindikasi bagi wanita hamil dan dapat menimbulkan gangguna terhadap janin yang akan dilahirkan. Seperti obat anti-diabetes, tolbutamid, glibenklamid, klorpropamid, glikazida, dan glikuidon tidak cukup aman untuk janin. Sedangkan obat antihipertensi yang berbahaya bagi wanita hamil antara lain : indopumida, hidroflumetiasida, prazosin dan asebutolol HCl.

Seringkali wanita hamil mengalami pembengkakan kaki. Bila hal ini terjadi, sedapat mungkin hubungi dokter dan jangan langsung mengadakan pengobatan sendiri. Bila keadaannya tergolong ringan, cukup ditanggulangi dengan jalan diet rendah garam. Tetapi bila cukup parah, mungkin diperlukan tambahan terapi.
Selain itu, wanita hamil tak jarangn mengalami varises di kaki. Hal ini dapat terjadi karena meningkatnya beban kehamilan. Tekanan abdominal bertambah akibat membearnya uterus dan bertambahnya aliran darah ke dan dari bagian perut bawah, juga ke dan dari daerah pelvis. Hal ini menyebabkan terhambatnya aliran darah dari pembuluh darah di kaki. Bila tidak parah, varises seperti ini akan sembut sendiri setelah melahirkan. Tidak perlu diberikan terapi khusus.
Sekalipun wanita hamil harus hati-hati dalam menggunakan obat-obatan, bukan berarti tidak boleh dan tidak perlu minum obat selama melewati masa kehamilan. Umumnya anita hamil dianjurkan menggunakan obat-obatan berupa vitamin dan mineral.

Vitamin yang diperlukan berupa multivitamin yang mengandung unsur vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, Vitamin C, vitamin D, vitamin E, dikatinamid, dan kalisium pantotenat.
Mineral yang diperlukan berupa kalsium, fosfor dan besi. Namun harus diperhatikan dosisnya. Walaupun jenisnya sama-sama vitamin, mungkin akan lain efeknya bila dosis yang diberikan bukan standar yang diperlukan untuk masa kehamilan.
Karena itu, dalam hal memilih vitamin bagi wanita hamil hendaknya lebih berhati-hati. Agar lebih aman, mintalah nasihat dokter, vitamin apa yang sebaiknya dipilih selama hamil. Karena meskipun vitamin, bila dosisnya tidak tepat, tidak mustahil akan merugikan. Kelebihan dosis vitamin tertentu, dapat membahayakan janin.
Selain vitamin yang diminum berdasarkan anjuran dokter, selama hamil, makanan harus tetap menjadi titik perhatian. Makan makanan bergizi serta memperhatikan anjuran yang diberikan dokter. Sangat perlu diperhatikan, janganlah melakukan pengobatan sendiri selama menjalani kehamilan.

Itulah pembahasan Hadian Blog pada kesempatan kali ini, tentang obat yang dilarang dan dianjurkan bagi wanita hamil. semoga apa yang kita baca bisa bermanfaat buat kita semua. Aamiin.
Sekian dan terima kasih.

0 Komentar untuk "Obat Yang Dilarang dan Dianjurkan Bagi Wanita Hamil"

Back To Top -->