Informasi Seputar Printer, Tips dan Trik, Tutorial, dan Artikel Bermanfaat

Resiko Hepatitis yang Dialami Oleh Ibu Hamil

Hepatitis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menimbulkan masalah serius di dalam dunia kesehatan diberbagai negara. Berbagai kasus hepatitis, yang terjadi di negara-negara berkembang, khususnya hepatitis pasca transfusi, sebagian besar penyebabnya adalah virus hepatitis C. Di daerah Mediterania, telah meluas infeksi yang diakibatkan oleh virus delia yang umumnya merupakan infeksi tambahan pada penderita pembawa virus hepatitis B yang tidak menunjukkan suatu gejala apapun.

Infeksi kronis akibat virus hepatitis ini bisa mengakibatkan serangan hepatitis akut, sirosis (pengerasan jaringan hati) dan kanker hati yang merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian dan kemiskinan.
Hepatitis merupakan penyakit infeksi hati yang paling sering dijumpai pada kehamilah. Gejalanya, sama dengan hepatitis pada wanita yang tidak hamil, yang mual, muntah, nafsu makan menurun, mudah lelah, dan nyeri ulu hati. Bila gejala ini muncul pada trimester pertama, sering disalah tafsirkan seperti sedang ngidam. Gejala khas lainnya yang mudah dilihat, yaitu badan berwarna kuning air kencing kecoklat-coklatan, serta timbul rasa gatal, karena naiknya kadar asam dan pigmen empedu dalam serum darah.

Resiko Hepatitis yang Dialami Oleh Ibu Hamil

Hepatitis yang dewasa ini menyebar di seluruh dunia ada tiga macam, yaitu hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C. 
Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A. Masa inkubasi (masuknya virus hingga timbulnya gejala penyakit) hepatitis A adalah 15-20 hari. Virus jenis ini ditularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar virus. Meski telah menimbulkan kelainan, asalkan mendapat pertolongan secepatnya, wanita hamil yang terserang hepatitis A bisa disembuhkan dengan sempurna.
Penyebab hepatitis B adalah virus hepatitis B. Hepatitis jenis ini mempunyai masa inkubasi 50-60 hari. Sebagai sumber infeksi adalah darah atau bagian dari darah (misal plasma) yang umumnya ditularkan melalui suntikan atau transfusi darah.Dapat juga ditularkan lewat makanan, minuman serta hubungan seksual. Hepatitis A dan B adalah yang paling sering ditemukan di dunia, di Asia kejadiannya cukup tinggi. 

Dari jenis hepatitis tersebut di atas yang paling berbahaya adalah hepatitis B dan hepatitis C. Hal ini karena selain mudah berkembang menjadi kronik. Hepatitis B dan C bisa menimbulkan kelainan yang berat, seperti kanker hati dan pengerutan hati. Pada keadaan normal tubuh akan membentuk interferon alamiah. Jika ada infeksi virus hepatitis, tetapi jumlah interferon tidak cukup, maka penyakit akan berkembang menjadi kronis dan berlanjut menjadi pengerutan hati atau kanker hati.
Virus hepatitis dari ibu dapat tertular pada bayinya melalui ari-ari (plasenta), terserapnya lendir vagina oleh bayi saat lahir, atau ketika bayi sedang menyusui.

Kejadian hepatitis pada kehamilan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
  1. Hepatitis pada kehamilan trimester I (0-3 bulan)
  2. Hepatitis pada kehamilan trimester II (3-7 bulan)
  3. Hepatitis pada kehamilan trimester III (7-9 bulan)
Yang sering ditemukan adalah hepatitis pada kehamilan trimester III. Jika hepatitis terjadi pada kehamilan trimester I, maka komplikasi yang sering ditemukan adalah keguguran. Bila terjadinya pada trimester II, komplikasi yang sering ditemukan adalah melahirkan bayi kurang umur atau tidak cukup bulan. Sedang hepatitis yang terjadi pada kehamilan trimester III, komplikasi yang sering terjadi adalah kematian bayi dalam kandungan. Di samping kematian bayi, hepatitis yang terjadi dalam kehamilan trimester III ini bisa mengakibatkan kematian ibu. Penyebabnya adalah karena pada kehamilan trimester III tersebut banyak senyawa protein yang penting untuk keperluan hati diambil oleh janin. Akibatnya jumlah protein tertentu yang penting untuk hati akan berkurang, sehingga hati mudah mengalami kerusakan berat. Keadaan yang seperti ini terutama ditemukan pada wanita hamil yang kebetulan menderita kekurangan gizi.

Lebih lanjut, hepatitis yang terjadi pada kehamilan trimester III juga sangat berbahaya pada waktu persalinan, karena wanita hamil dengan hepatitis terjadi kelainan pembekuan darah akibat salah sati fungsi darah adalah membentuk zat pembeku darah.
Umumnya kondisi fisk ibu hamil yang terserang hepatitis pada kehamilan trimester III sanat buruk, maka untuk menyelamatkan bayi, persalinan biasanya dilakukan dengan pembedahan. Tetapi tindakan pembedahan tersebut juga berbahaya bagi ibu itu sendiri, karena zat anestesi yang masuk sulit dimetabolisme oleh hati. Akibatnya, zat pembius akan terus bekerja sehingga pasien sulit menjadi sadar.

Resiko hepatitis pada ibu hamil.

Ibu hamil yang menderita hepatitis dapat menyebabkan bayinya menderita karier hepatitis, terutama bila pada waktu hamil tidak segera mendapat pengobatan atau bayiyang telah lahir, tidak segera mendapatkan vaksinasi hepatitis. 
Untuk itu, bila ibu dalam sejarah hidupnya pernah menderita hepatitis, maka bayinya setelah lahir sebaiknya langsung diberi hipergamaglobuli, yaitu zat kekebalan yang diberikan khusus pada bayi, supaya penyakitnya tidak berkembang.

Itulah postingan Hadian Blog pada kesempatan kali ini, tentang resiko hepatitis yang dialami oleh ibu hamil, semoga apa yang kita baca pada kesempatan kali ini bisa bermanfaat buat kita semua. Aamiin.
Sekian dan terima kasih.

0 Komentar untuk "Resiko Hepatitis yang Dialami Oleh Ibu Hamil"

Back To Top -->